6 Cara Mengatahui Calon Suami Idaman

Jalanmantu.id - Setiap wanita pasti mengharapkan memiliki calon suami idaman yang baik, harapan mempunyai calon suami yang baik bagi wanita merupakan yang wajar dimiliki oleh setiap wanita.

Karna suami merupakan pemimpin rumah tangga kelak yang bertanggung jawab untuk memimpin dan membina rumah tangga dalam suatu pernikahan, banyak kriteria calon suami idaman bagi wanita, namun banyak juga seorang wanita bertanya-tanya seperti apa calon suami idaman ? apakah menjadi seorang suami harus kaya raya dan berparas tampan ?.

Dalam islam sendiri dijelaskan beberapa ciri-ciri suami idaman menurut agama islam :

1. Harus Beragama Islam

Ciri yang pertama untuk mencari calon suami dalam islam adalah calon suami beragama Islam. Sangat jelas bahwasanya bagi wanita muslimah yang ingin menikah dan mempunyai calon suami yang di harapakan, maka pilihlah calon suami yang beragama Islam. Karena ini sesuai dengan firman Allah SWT.

Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mumin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mumin lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya(Q.S. Al-Baqarah: 221).

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa calon suami muslim masih lebih baik daripada calon suami walaupun calon suami muslim tersebut adalah budak sekalipun dan calon suami tersebut menarik hati wanita, maka dari itu carilah calon suami yang beragamakan islam.

2. Sholeh dan Taat Dalam Beribadah

Ciri memilih calon suami yang kedua adalah sholeh dan taat dalam beragama. Dalam Islam juga dikenal sebagai pria yang sholeh. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits Nabi Muhammad SAW :

Bila datang seorang laki-laki yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya, hendaklah kamu nikahkan dia, karena kalau engkau tidak mau menikahkannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas. (H.R. Tirmidzi dan Ahmad).

Dari hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa seorang wanita lebih baik dinikahkan dengan calon suami yang taat beragama dan baik akhlaknya. Calon suami yang taat dalam beragama adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT dan Rasul-Nya.

3. Tidak Berbuat Maksiat

Allah Swt telah berfirman dalam Al Quran sebagai berikut :

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah atas perintah Allah kepada mereka dan selalu taat pada apa yang diperintahkan.(Q.S. At-Tahriim: 6).

dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa calon suamu yang akan menjadi kepala keluarga bertanggung jawab terhadap keluarganya agar bisa menjauhkan keluarganya dari segala macam dosa dan hal-hal yang menghapus amal ibadah agar terhindar dari siksa api neraka. Sehingga ciri calon suami yang baik ialah yang dapat menahan dan menajauhkan dirinya untuk tidak berbuat maksiat.

4. Tinggi Semangat Jihadnya.

Jihad di sini merupakan jihad dalam mempertahankan agama yang dianutnya beserta juga keluarganya. Maka dari itu carilah calon suami yang semangat jihadnya tinggi. Mampu membimbing wanita agar terus teguh menjalankan norma-norma islam dan beribadah serta mampu. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al-Quran yang artinya:

Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terkait dengan apa yang dikerjakannya.(Q.S. Ath-Thuur: 21).

5. Bertanggung Jawab

Selain semangat jihad yang tinggi, calon suami juga harus bertanggung jawab. Terutama dalam hal menafkahi calon istri. Jangan sampai calon suami hanya menikmati hasil dari jerih payah istrinya saja, sedangkan seorang calon suami hanya diam tanpa berbuat apapun. Seorang calon suami harus bisa bertanggung jawab dengan semua yang dilakukannya atas nama keluarganya. Maka dari itu perlu memilih calon suami yang sekiranya bisa bertanggung jawab.

6. Berbakti Kepada Orang Tua Dalam hadits dijelaskan sebagai berikut :

Dari Muawiyah bin Jahimah, sesungguhnya Jahimah berkata: Saya datang kepada Nabi SAW untuk meminta izin kepada beliau guna pergi berjihad, namun Nabi SAW bertanya: Apakah kamu masih punya Ibu-Bapak (yang tidak bisa mengurus dirinya)?. Saya menjawab: Masih. Beliau bersabda: Uruslah mereka, karena surga ada di bawah telapak kaki mereka.(H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan (baik)).

Dari Ibnu Umar RA, ujarnya: Rasulullah SAW bersabda: Berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya kelak anak-anak kalian berbakti kepada kalian; dan periharalah kehormatan (istri-istri orang), niscaya kehormatan istri-istri kalian terpelihara. (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan).

Anak yang berbakti kepada orangtua telah mendapatkan jaminan untuk keselamatan kelak berupa surga. Maka pilihlah calon suami yang berbakti kepada orang tuanya karena calon suami yang berbakti kepada orangtua sudah pasti mendapatkan keselamatan kelak berupa surga.