Apa Dampak dari Dosa Ghibah ?

Jalanmantu - Ghibah merupakan hal yang sering di lakukan oleh seseorang jika sedang mengobrol, entah sengaja atau tidak ghibah ini kerap terjadi begitu saja dan seolah-olah menjadi sesuatu yang wajar di kalangan masyarakat terlebih jika sudah berkumpul di tempat yang nyaman tanpa di sadari kita terlena dan lupa sampai tidak sadar bahwa obrolan yang di lakukan adalah ghibah, Ghibah juga bisa mengurangi pahala puasa ramadhan atau puasa senin kamis yang sedang dilakukan. Lalu Bagaimana Ghibaj menurut ajaran islam ?.

Ghibah berasal dari kata ghaib yang mempunyai arti tidak hadir. Ghibah merupakan suatu perbuatan yang membicarakan sesuatu tentang orang yang tidak ada atau membicarakan orang lain di saat orangnya sedang tidak bersama dan jika orang tersebut mengetahuinya maka ia tidak akan suka. Dalam bahasa Indonesia sering di sebut bergosip.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah menjelaskan tentang ghibah :

Kamu mengatakan tentang saudaramu hal-hal yang tidak disukainya Kemudian ada sahabat yang bertanya, bagaimana jika apa yang dikatakan itu memang fakta? Beliau menjawab: Jika apa yang kamu katakan itu ada pada saudaramu, berarti kamu telah ghibah. Dan jika apa yang kamu katakan itu tidak ada pada saudaramu, berarti itu adalah fitnah.

Menurut Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan, arti ghibah adalah menyebut-nyebut orang lain yang tidak berada bersamamu dengan suatu perkataan yang tidak disukai jika orang tersebut mendengarnya.

Bentuk Ghibah ada berbagai macam bisa dari perkataan, tulisan maupun isyarat. Imam Ghazali mencontohkan, isyarat mata yang dimaksudkan untuk mencela juga termasuk ghibah. Contoh lain, seseorang yang kakinya pincang. Lalu orang lain mengisyaratkan dia dengan menirukan cara jalan tersebut dengan maksud menghinanya.

Dosa Ghibah dan Dampaknya

Banyak orang menganggap ghibah merupakan sesuatu hal wajar dan sebagai dosa kecil, hingga mereka lupa bahwa ghibah merupakan dosa besar. Maka mereka akan tetap asyik melakukannya tanpa merasa bersalah padahal sudah melakukan kesalahan besar.

1. Dosa Besar Ghibah termasuk dosa besar.

Imam Adz Dzahabi memasukkannya dalam kitab Al Kabair.

Dalam Surat Al Hujurat ayat 12 Allah Subhanahu wa Taala telah melarang orang yang untuk melakukan ghibah.

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hujurat: 12)

2. Merusak Persaudaraan.

Allah berfirman bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Bahkan persaudaraannya sangat kuat hingga Allah menyebut ikhwah dalam Surat Al Hujurat ayat 10. Setelah itu, pada ayat 11 dan 12, Allah menjelaskan tentang hal-hal yang bisa merusak persaudaraan. Salah satunya adalah ghibah.

3. Melakukan Ghibah sama dengan Memakai Bangkai Saudaranya Sendiri

Di jelaskan dalam surah Al - Hujurat ayat 12, Allah mengibaratkan ghibah seperti sedang makan bangkai saudara sendiri.

"..dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.." (QS. Al Hujurat: 12)

Setiap orang pasti tidak suka makan bangkai, maka janganlah kalian melakukan ghibah. Kata fakarihtumuuh menggunakan fi'il madhi (kata kerja lampau), menunjukkan bahwa perasaan jijik itu adalah sesuatu yang tidak ingin semua orang merasakannya.

Yakni sebagaimana kamu tidak menyukai hal itu secara naluri, maka bencilah perbuatan ghibah tersebut demi perintah syara, tulis Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini. Karena sesungguhnya hukuman yang sebenarnya jauh lebih keras dari apa yang digambarkan.

4. Mencederai Kehormatan Seorang Muslim

Dosa menggunjing atau ghibah tergolong dosa besar karena telah mencederai kehormatan seorang muslim yang sebenarnya haram baginya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian adalah haram atas diri kalian." (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksudnya, haram bagi seorang muslim untuk menumpahkan darah sesama muslim, hal ini sama aja dengan melakukan dosa ghibah. Haram pula mengambil harta seorang muslim yang lain tanpa hak. Dan juga haram mencederai kehormatannya.

Menurut Ibnu Taimiyah, semakin besar iman seseorang yang ia cederai kehormatannya, semakin besar pula dosanya. Demikian pula semakin besar iman seseorang yang ia gunjing, semakin besar pula dosanya.

5. Allah Perlihatkan Aibnya

Seseorang yang Senang melakukan Dosa ghibah dan mencari-cari aib seorang muslim, Allah akan membuka aibnya meskipun ia menyembunyikan aib itu rapat-rapat.

"Wahai sekalian orang yang beriman dengan lidahnya sedangkan iman itu belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kalian suka menggunjing orang-orang muslim dan mencari-cari aib mereka. Karena siapa yang mencari-cari aib muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang Allah cari aibnya, maka Dia akan membuka aib itu meskipun ia bersembunyi di rumahnya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad)

6. Jauh dari Keimanannya

Orang yang senang Ghibah, menggunjing, keimanannya akan jauh dari sempurna. Bahkan Rasulullah menggunakan istilah iman belum masuk di hati untuk orang yang senang melakukan ghibah sebagaimana hadits tersebut.

Maka sadarilah sahabat jalanmantu bahwa ghibah merupakan dosa besar bahkan lebih besar dari dosa berzina segeralah untuk bertaubat agar mendapatkan ampunan Allah Swt. Semoga dengan postingan ini sahabat jalanmantu bisa tersadarkan.