Budaya Prank dalam Agama Islam, Haram?

Jalanmantu - Prank adalah sesuatu lelucon atau sebuah trik yang dilakukan oleh beberapa orang dengan tujuan mengakibatkan korban prank merasa kaget, tidak nyaman, kebingungan bahkan sampai ketakukan. Sedangkan dalam perkembangannya di zaman sekarang, prank dimaknai sesuatu lelucon untuk membohongi target prank dan sudah terkonsep seolah kejadian prank tersebut benar terjadi dengan tujuan membuat korban prank merasa malu, takut, kaget, dan kebingungan.Lalu bagaimana hukum prank dalam agama islam? apakah diperbolehkan atau bahkan hukum prank adalah haram?

Prank dengan melakukan kebohongan hanya semata-mata agar orang lain senang merupakan tindakan yang tidak boleh karena berbohong merupakan dosa, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

"Celakalah orang yang berbicara, padahal ia berbohong untuk sekedar membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia." (HR Abu Daud, Nasai, Ahmad dan Baihaqi)

Dalam hadits diatas sudah jelas melakukan prank dengan berbohong hanya untuk orang lain tertawa merupakan dosa/haram bahkan akan celaka, lalu apakah dalam kehidupan ini kita tidak melakukan prank atau bercanda untuk melakukan lelucon?, bercanda atau prank dalam ajaran islam memiliki batasan-batasan yang di perbolehkan bahkan rosul pun pernah bercanda kepada sahabatnya, Menurut Imam Tirmidzi dalam Asy-Syamail al-Muhammadiyah meriwayatkan sebuah hadis dari jalur Abu Hurairah;

"Para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mencandai kami. Beliau Saw lalu bersabda, Betul, akan tetapi aku tidak mengucapkan sesuatu kecuali yang benar." (HR. Tirmidzi)

Dalam riwayat lainnya bahkan nabi pernah bercanda dengan nenek hingga menangis, seorang wanita tua mendatangi Rasulullah SAW. Ia menanyakan perihal surga. "Wanita tua tidak ada di surga," sabda Rasulullah SAW.

Mendengar ucapan itu, si nenek pun menangis tersedu-sedu. Rasulullah SAW segera menghiburnya dan menjelaskan makna sabdanya tersebut itu. "Sesungguhnya ketika masa itu tiba, Anda bukanlah seorang wanita tua seperti sekarang."

Rasulullah pun kemudian membacakan ayat, "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan." (QS al-Waaqiah [56]: 35-36).

Prank yang dilakukan dengan cara berbohong merupakan dosa, bercanda yang dilakukan oleh nabi merupakan contoh bercanda yang tidak ada kebohongan di dalamnya, lalu bagaimana jika membuat prank dengan konsep menakuti target/korban apakah di perbolehkan dalam ajaran islam?

Dari Abdurrahman bin Abi Laila, bahwa beliau telah mendapatkan berita dari beberapa sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Bahwa mereka pernah melakukan suatu perjalanan di malam hari bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian ada salah satu sahabat yang tidur. Kemudian beberapa sahabatnya menggendongnya ke atas bukit, dan langsung membangunkannya, sehingga membuat orang yang tertidur ini kaget, Hingga membuat banyak sahabat tertawa.

Melihat ini, Nabi shallalahu alaihi wa sallam bersabda,

"Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain." (HR. Abu Dawud 5006, Ahmad 23064 dan sanadnya dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Walaupun prank ini hanya untuk main-main dan membuat orang tertawa, ketika yang di prank ini merasa kaget, takut, merasa malu dan merasa di bohongi maka tidak di halalkan atau diharamkan melakukan prank dengan tindakan tersebut. Allahu a'lam.