Doa Ziarah Kubur Lengkap Beserta Tata Caranya

Jalanmantu.id - Ziarah kubur adalah kunjungan ke tempat pemakaman umum/ pribadi yang dilakukan secara individu atau kelompok, dengan tujuan mendoakan saudara atau keluarga yang telah meninggal dunia supaya diberikan kedudukan atau posisi yang layak di sisi Allah SWT, Doa ziarah kubur sering sekali di bacakan saat melaksanakan ziarah kubur. Tradisi ziarah kubur paling ramai dilakukan ketika sehabis bulan ramadhan atau mau memasuki bulan puasa ramadhan.

Tujuan ziarah kubur hanya karna semata-mata mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita di makam, doa ziarah kubur untuk mendoakan keluarga atau teman sahabat, dan sodara. Dari kegiatan ziarah kubur ini menurut ajaran islam mempunyai nilai-nilai yang positif seperti nilai akidah, akhlak, dan ibadah.

Rasulullah saw bersabda:

“Sekarang berziarahlah ke kuburan karena sesungguhnya di dalam ziarah itu terdapat pelajaran yang besar… . Dalam riwayat sahabat Anas bin Malik : … karena dapat melembutkan hati, melinangkan air mata dan dapat mengingatkan kepada hari akhir.” (H.R Ahmad 3/37-38, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ahkamul Janaiz hal: 228).

Adapun Tata Cara Melakukan Ziarah Kubur dan Bacaan Doa Ziarah Kubur

Pertama Ketika memasuki area kuburan untuk ziarah kubur mengucapkan salam.

Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.

"Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu."

Atau bisa juga saat melaksanakan ziarah kubur mengucapkan salam seperti yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

Assâlamu ‘alâ ahli lâ ilâha illallâh min ahli lâ ilâha illallâh , ya ahla lâ ilâha illallâh bihaqqi lâ ilâha illallâh kayfa wajadtum qawla lâ ilâha illallâh min lâ ilâha illallâh, ya lâ ilâha illallâh bihaqqi lâ ilâha illallâh ighfir liman qâla lâ ilâha illallâh, wahsyurnâ fî zumrati man qâla lâ ilâha illallâh Muhammadun Rasûlullâh ‘Aliyyun waliyullâh.

"Salam bagi yang mengucapkan la ilaha illallah dari yang mengucapkan la ilaha illallah, wahai yang mengucapkan kalimah la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah, bagaimana kamu memperoleh kalimah la ilaha illallah dari la ilaha illallah, wahai la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah ampuni orang yang membaca kalimah la ilaha illallah, dan himpunlah kami ke dalam golongan orang yang mengu¬cap¬kan la ilaha illallah Muhammadur rasululullah Aliyyun waliyyullah."

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:

“Barangsiapa yang memasuki areal kuburan, lalu mengucapkan (salam tersebut), Allah memberinya pahala kebaikan 50 tahun, dan mengampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya 50 tahun.”

Kedua Membaca Doa Ziarah Kubur:

Surat Al-Qadar (7 kali),
Surat Al-Fatihah (3 kali),
Surat Al-Falaq (3 kali),
Surat An-Nas (3 kali),
Surat Al-Ikhlash (3 kali),
Ayat Kursi (3 kali).

Ketiga: Membaca doa berikut ini (3 kali) saat Ziarah Kubur

Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu’adzdziba hâdzal may¬yit.

"Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini."

Rasulullah saw bersabda:

“Tidak ada seorang pun yang membaca doa tersebut (3 kali) di kuburan seorang mayit, kecuali Allah menjauhkan darinya azab hari kiamat.”

Keempat: Saat Sedang Ziarah Kubur Menaruh Tangan di Atas Kuburan Disertai Dengan Membaca Doa Sebagai Berikut

Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâma yatawallâhu.

"Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai."

Pada saat ziarah kubur Ibnu Thawus mengatakan:

"Jika kamu hendak berziarah ke kuburan orang-orang mukmin, maka hendaknya hari Kamis, jika tidak, maka waktu tertentu yang kamu kehendaki, menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan pada kuburannya dan membaca doa tersebut."

Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):

"Bolehkah kami berziarah ke orang-orang yang telah meninggal?" Beliau menjawab: "Boleh". Kemudian aku bertanya lagi: "Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka?" Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.” Aku bertanya lagi: "Apa yang baca ketika kami berziarah kepada mereka?" Beliau menjawab: Bacalah doa ini:

Allâhumma jâfil ardha ‘an junûbihim, wa shâ’id ilayka arwâhahum, wa laqqihim minka ridhwânâ, wa askin ilayhim mir rahmatika mâ tashilu bihi wahdatahum, wa tûnisu bihi wahsyatahum, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr.

"Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, sampaikan mereka pada ridha-Mu, tenteramkan mereka dengan rahmat-Mu, rahmat yang menyambungkan kesendirian mereka, yang menghibur kesepian mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."