Inilah Tanda-tanda Jodoh dari Allah dalam Al-Quran

Jalanmantu.id - Salah satu cara memilih calon pasangan dalam islam sudah dijelaskan dalam hadits riwayat al-Bukhari. Dijelaskan di dalamnya bahwa kiriteria pasangan ideal menurut agama islam tanda jodh adalah dilihat dari beberapa faktor diantaranya mempunyai harta, wajah, keturunan yang baik, dan kuat agamanya.

Dalam hadits itu disarankan, ketika seseorang kesulitan untuk mencari pasangan hidup yang memiliki keempat kriteria tersebut, maka setidaknya ia memiliki kriteria kuat agamanya. Niscaya beruntung. Kriteria ini tentu berlaku untuk semua orang islam, serta allah memberikan tanda jodoh untuk hambanya. Karena, siapa pun ingin beruntung dan mendambakan pasangan ideal.

Walaupun sudah dibekali dengan adanya hadits tersebut, tetapi pada praktiknya seseorang merasa bingung dan kesulitan untuk menemukan tanda jodoh agar mendapat pasangan menurut ajaran islam. Terlebih jika dipertemukan dengan beberapa sosok pilihan.

Dalam hal ini, Al-Quran sudah memberikan sejumlah tanda-tanda jodoh seseorang menurut ajaran islam. Dengan tanda tentang jodoh yang sudah ada di dalam alquran, seseorang akan terbantu dalam menentukan pilihannya untuk mendapatkan pasangan yang ideal menurut pribadinya.

Adapun beberapa tanda-tanda jodoh yang dimaksud adalah:

Saling Memiliki Kesamaan dan Kesepadanan.

Tanda Jodoh yang pertama adalah memiliki kesamaan dan kesepadanan. Pada hakikatnya, seseorang lebih cenderung kepada orang yang mempunyai sifat dan keadaan yang sama dengannya atau istilah jaman sekarang sefrekuensi. Demikian halnya dalam hubungan. Ini telah sudah ada tanda-tanda jodoh dalam Al-Quran:

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)," (QS an-Nur [24]: 26).

Tanda-tanda jodoh dengan memiliki kesamaan status dan kesucian dalam ayat di atas, Merupakan suatu tanda-tanda jodoh terhadap suatu aspek kesamaan lainnya, seperti kesamaan tabiat, sifat, profesi, hobi, turunan, status sosial, dan lain sebagainya. Suatu hal yang wajar jika kita sering melihat dan menjumpai orang yang sudah berjodoh dengan teman satu profesi, teman sekantor, teman satu hobi, dan seterusnya.

Selain dengan konsep kesamaan, sefrekuensi, dan kesepadanan, tanda-tanda jodoh pada ayat tersebut juga mendorong siapa saja yang ingin mendapatkan pasangan terbaik agar selalu mempersiapkan diri sebagai orang terbaik bagi orang yang diinginkannya. Pada dasarnya Allah SWT akan mempertemukan jodoh hamba-Nya dengan orang yang sepadan dengannya, sebagaimana dijelaskan dalam ayat ini.

"Dia menjadikan pasangan bagi kamu dari jenis (tipe) kamu sendiri," (QS an-Nur [24]: 28).

Tanda Jodoh Bisa Mendatangkan Ketenteraman dan Kecenderungan Hati

Dari beberapa kesamaan biasanya tanda jodoh di mulai dengan merasa cocok dengan jodoh, rasa suka, dan rasa tenteram, maka siapa pun yang akan mencari pasangan dan menjatuhkan pilihannya, maka pilihlah sosok yang bisa membawa ketenteraman, kecocokan, kesenangan, pengertian, dan kasih sayang. Sebab itulah tanda-tanda jodoh yang diciptakan Allah dalam hatinya, sebagaimana dalam Al-Quran dijelaskan.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang," (QS ar-Rum [30] 21).

"Dan orang orang yang berkata, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa," (QS al-Furqan [25]: 74).

Bisa diterima Keluarga

Tanda- tanda jodoh kali ini merupakan tanda jodoh yang bisa diterima oleh keluarga. Pernikahan bukanlah menyatukan dua insan yang saling mencinta, tetapi juga bisa menyatukan dua keluarga besar. Oleh karena itu, persetujuan dari masing-masing keluarga besar tidak boleh diabaikan. Jika tanda jodj ini benar dan ingin melangsungkan hubungan ke jenjang pernikahan, maka seharusnya bicarakanlah terlebih dahulu dengan keluarga, termasuk dengan anak-anak jika yang menikah berstatus duda atau janda dan telah mempunyai anak yang cukup dewasa. Tujuannya untuk menghindari suatu masalah di kemudian hari. Pilihan dan pertimbangan terakhir kembali kepada yang bersangkutan. Sebab, saran yang terlalu banyak seringkali membuat seseorang merasa bingung dan kesulitan untuk mengambil keputusan.

Sesungguhnya tanda-tanda jodoh penerimaan dari keluarga dalam memilih pasangan sudah dijelaskan dalam Al-Quran,

"Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," (QS asy-Syura [42]: 11).

Dilapangkan Pintu Rezeki.

Tanda-tanda jodoh seseorang adalah kelapangan rezeki. Bahwa saat Allah menjodohkan hamba-Nya, maka akan dilapangkan rezekinya, dijelaskan dalam alquran sebagai berikut:

"Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik," (QS an-Nahl [16]: 72).

Tanda-tanda jodoh dilapangkan rezekinya. Maka sudah tidak asing lagi jika seseorang mendapatkan rezeki orang yang melajang berbeda dengan rezeki orang yang sudah menikah. Sama halnya rezeki orang yang belum mempunyai anak bebeda dengan rezeki orang yang sudah mempunyai anak.

Allah telah berjanji akan memampukan dan memudahkan seseorang yang sudah menemukan jodohnya dan bermaksud menjaga kehormatan dirinya.

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya," (QS an-Nur [24]: 33).

Dengan kata lain, jika pilihan yang ada di hadapan seseseorang adalah jodohnya, maka Allah akan memampukannya untuk menikah dengan pilihannya itu.