Niat Puasa Ramadhan Latin dan Terjemahan

JalanMantu.Id - Banyak yang dicari oleh muslimin untuk menjalani bulan puasa ramadhan. Satu di antaranya adalah niat puasa ramadhan beserta artinya. Puasa ramadhan merupakan puasa yang wajib di jalankan oleh kaum mulsim tidak seperti puasa sunnah senin kamis, puasa ramadhan memiliki keistimewaannya tersendiri. Maka dari itu jalanmantu membantu mengingatkan kembali kepada sahabat muslim yang lupa akan niat puasa ramadhan doa berbuka puasa.

Imam An Nawawi menjelaskan secara bahasa, niat dalam bahasa Arab mempunyai arti mengingini sesuatu atau bertekad untuk mendapatkannya. Sedangkan menurut Imam Al Baidhawi menjelaskan bahwa niat adalah dorongan hati untuk bisa melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan. Prof Dr Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan bahwa menurut istilah syara, niat adalah tekad hati untuk melakukan amalan fardhu atau yang lain.

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan.

Menurut Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih yang ada Empat Madzhab menuturkan, menurut madzhab Syafii, Hanbali dan Hanafi, niat puasa Ramadhan harus diperbarui setiap hari puasa, pada malam hari sebelum tiba waktu fajar. Sedangkan menurut madzhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup dilakukan sekali di awal asalkan tidak terpotong sakit atau safar yang mengakibatkan tidak puasa.

Menurut madzhab Syafi'i, niat puasa Ramadhan tidak bisa diwakili dengan makan sesuatu pada saat sahur. Kecuali jika saat makan sahur terbetik dalam pikirannya bahwa besok akan berpuasa. Sedangkan menurut madzhab Hanafi, niat puasa Ramadhan bisa diwakili dengan makan sahur. Kecuali jika saat makan itu berniat bukan untuk berpuasa.

Lafadz niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

Latin:

Nawaitu shouma ghodin an adaa-i fardhisy syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi taaala

Artinya:

Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala

Doa Buka Puasa Antara lain sebagai berikut:

Latin:

Allohumma laka shumtu wa alaa rizqika afthortu

Artinya:

Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka

Doa berbuka puasa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dinilai hasan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Misykatul Mashabih, namun didhaifkannya dalam Shahih wa Dhaif Al Jamiu Ash Shaghir dan kitab-kitab lainnya.