Bacaan Doa Qunut Subuh Latin Beserta Artinya

Jalanmantu - Umumnya bacaan doa qunut sering dibacakan pada saat melaksanakan sholat subuh dan dibacakan saat sehabis rukuk, dalam beberapa pendapat ulama terdapat beda pendapat tentang bacaan doa qunut dan waktu saat kapan harus membacanya? untuk lebih jelasnya akan dibahas dibawah ini tentang bacaan doa qunut.

Pengertian Qunut

Kata Qunut (الْقُنُوْتُ) merupakan berasal dari kata qonata (قَنَتَ) yang mempunyai arti tunduk patuh atau taat. Kata Qunut juga berarti berdiri lama, diam, doa dan khusyu. Doa qunut yang artinya tunduk patuh terdapat dalam firman Allah Surat Ar Rum ayat 26,

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ

“Dan kepunyaan-Nya lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.” (QS. Ar Rum: 26)

Doa qunut yang mempunyai arti kata taat bisa kita lihat pada firman Allah Surat At Tahrim ayat 12, yakni ketika Allah berfirman mengenai Maryam

وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

“dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At Tahrim: 12)

Sedangkan untuk kata doa Qunut yang mempunyai arti berdiri lama bisa dilihat di dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menerangkan sholat yang paling utama.

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوتِ

“Seutama-utama sholat yaitu yang lama berdirinya” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

Dan kata doa Qunut yang artinya diam bisa kita lihat dalam hadits Rasulullah ketika sedang menafsirkan Surat Al Baqarah ayat 238. Bahwa sholat harus khusyu dan khusyu bisa dilakukan dengan tidak berbicara saat sholat. Zaid bin Arqam meriwayatkan:

كُنَّا نَتَكَلَّمُ فِى الصَّلاَةِ يُكَلِّمُ الرَّجُلُ صَاحِبَهُ وَهُوَ إِلَى جَنْبِهِ فِى الصَّلاَةِ حَتَّى نَزَلَتْ (وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ) فَأُمِرْنَا بِالسُّكُوتِ وَنُهِينَا عَنِ الْكَلاَمِ

“Ada seseorang di antara kami berbicara dengan orang di sampingnya ketika sholat, maka turunlah ayat (Berdirilah untuk Allah -dalam shalatmu- dengan khusyu’). Beliau memerintahkan kami untuk diam dan melarang berbicara.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Secara istilah kata doa qunut adalah doa yang dibacakan saat sholat dengan posisi berdiri dan cukup lama sebagai bentuk ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, posisi berdiri yang dilakukan ini tentu untuk orang yang bisa berdiri cukup lama sedangkan bagi orang yang sholat sambil duduk, maka doa qunut juga dibaca dengan posisi duduk.

Hukum Bacaan Doa Qunut

Dalam fiqih sendiri terdapat 3 qunut yaitu qunut subuh, qunut witir dan qunut nazilah. Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, secara umum membaca doa qunut hukumnya mandub, namun dalam perinciannya terdapat beda pendapat para ulama.

Ulama Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa doa qunut ini hanya dibaca dalam keadaan sholat witir, namun untuk waktu membacanya dua mazhab ini berbeda pendapat. Menurut mazhab Hanafi doa qunut witir dibaca sebelum rukuk. Menurut mazhab Hanbali qunut witir dibaca sesudah rukuk atau saat i’tidal.

Menurut mazhab Maliki dan mazhab Syafii sholat yang ada doa qunutnya adalah sholat Subuh, menurut keduanya, hukum qunut subuh adalah sunnah, menurut mazhab Maliki doa qunut dibaca saat sebelum ruku sedangkan menurut mazhab Syafi’i dibaca sesudah rukuk atau i’tidal.

Sedangkan bacaan doa qunut nazilah dibaca ketika melaksanakan sholat fardhu menurut Syafi’i dan Hanbali. Namun menurut Hanafi doa qunut hanya dibaca dalam sholat Maghrib, Isya’ dan Subuh, sedangkan menurut Maliki hanya dibaca saat sholat Subuh.

Bacaan Doa Qunut Witir

Bacaan doa qunut witir ini berasal dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad.

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ. وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ. وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ. وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ

وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ. إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ. وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ. وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Doa Qunut Witir Latin :

Alloohummah dinii fiiman hadait. Wa ‘aafinii fiiman ‘aafait. Wa tawallanii fiiman tawallait. Wa baariklii fiimaa a’thoit Wa qinii syarro maa qodloit. Innaka taqdli wa laa yuqdlo ‘alaik. Wa innahu laa yadzillu maw waalait. Wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarokta wa ta’aalait.

Arti Doa Qunut Witir:

"Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Jauhkanlah aku dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, wahai Rabb kami Yang Mahatinggi."

Doa Qunut Subuh

Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat doa qunut Subuh hukumnya sunnah. Sedangkan Imam Ahmad menyimpulkan, qunut Subuh berlaku saat ada masalah besar atau musibah dan perlu mendoakan.

Dalam mazhab Syafi’i, doa qunut Subuh sama dengan doa qunut witir. Berikut ini doa qunut Subuh sebagai imam (dalam bentuk jamak) lengkap dengan tulisan Arab, latin dan terjemah dalam bahasa Indonesia.

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ. وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ. وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ. وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ

وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ. إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ. وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ. وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Bacaan Doa Qunut Subuh Latin:

Alloohummah dinaa fiiman hadait. Wa ‘aafinaa fiiman ‘aafait. Wa tawallanaa fiiman tawallait. Wa baariklanaa fiimaa a’thoit. Wa qinaa syarro maa qodloit. Innaka taqdli wa laa yuqdlo ‘alaik. Wa innahu laa yadzillu maw waalait. Wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarokta wa ta’aalait.

Arti Bacaan Doa Qunut Subuh :

"Ya Allah berilah kami petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Sayangilah kami sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepada kami. Jauhkanlah kami dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, wahai Rabb kami Yang Mahatinggi."