Doa Setelah Sholat Dhuha Dengan Penjelasannya

Jalanmantu - Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang istimewa. Karena ia memiliki banyak keutamaan jika dikerjakan sebagaimana diterangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beberapa hadits.

Sholat Dhuha juga sering dikaitkan dengan salah satu keutamaannya yaitu memperlancar rejeki dan tidak salah jika sholat dhuha disebut terkait dengan kelancaran rezeki karena dalam hadits dijelaskan bahwa salah satu keutamaan sholat dhuha, jika dikerjakan empat rakaat, Allah akan memberikan kecukupan kepadanya.

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Imam Ath Thayyibi ketika menjelaskan hadits ini menerangkan bahwa,

“Dicukupi kesibukan dan kebutuhanmu serta Allah menghindarkan segala hal yang tidak engkau sukai setelah engkau melakukan shalat ini hingga akhir siang.”

Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa keutamaan melaksanakan shalat dhuha merupakan hal yang lebih banyak dari pada ghanimah atau harta rampasan perang.

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

Secara khusus tidak ada doa setelah sholat dhuha yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga di dalam kitab-kitab Fiqih, ketika menerangkan tentang doa setelah sholat dhuha, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa setelah sholat dhuha.

Jika di lihat pada kitab Fiqih Sunnah, Fiqih Manhaji mazhab Imam Syafi’i, maupun kitab-kitab fiqih lainnya, tidak ada yang menyebutkan bacaan doa secara khusus untuk doa setelah sholat dhuha karena memang tidak ada haditsnya sama sekali, namun kita boleh berdoa secara umum dengan doa apapun yang baik. Namun ada satu doa yang populer dan sering dibacakan doa setelah sholat dhuha, doa setelah sholat dhuha tersebut adalah sebagai berikut:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa setelah sholat dhuha ini merupakan doa yang bukan berasal dari hadits Nabi. Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Bolehkah membaca doa itu setelah sholat dhuha?

Walau doa setelah sholat dhuha ini bukan berasal dari hadits Nabi tetap boleh dibacakan setelah sholat dhuha jika seseorang membaca doa tersebut dan doa lainnya asalkan baik. Bahkan, diperbolehkan pula berdoa dengan bahasa Indonesia sekiranya tidak bisa bahasa Arab.

Ada pun di dalam sholat, maka kita harus mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana sabda beliau:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sehingga ketika membaca Surat Al Fatihah dan doa-doa setelah sholat dhuha dan doa lain yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita tidak boleh menggantinya dengan bahasa lain.