Jangan Pernah Mencela Makanan

Jalanmantu - Sering kita mendengar atau melakukan perbuatan seperti mencela makanan dengan sebutan makanan yang tidak enak, makanan menjijikan dan lain sebagainya, ternyata perbuatan ini tidak boleh dilakukan oleh kaum muslimin karena dalam islam makan pun ada etikanya dan jangan menghina makanan.

Tentang jangan mencela makanan sudah di ajarkan dan ini merupakan petunjuk, etika, akhlak mulia dan interaksi baik yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah meriwayatkan,

”Nabi tidak pernah mencela makanan. Bila beliau menyukainya, beliau memakannya. Dan bila beliau tidak menyukainya, beliau tidak memakannya (serta diam tanpa mencelanya).” (HR. Al-Bukharidan Muslim)

Dalam Syarh Muslim, An-Nawawi menjelaskan,

“Ajaran ini merupakan etika yang disunnahkan terhadap makanan. Mencela makanan adalah seperti dengan mengucapkan, ‘Makanan ini asin, sedikit garam, masam, tidak matang,’ atau kata sejenisnya. Adapun hadits yang menjelaskan bahwa Nabi SAW tidak memakan binatang Dhabb; bukan merupakan hadits yang menerangkan perbuatan mencela makanan, namun hanya mengabarkan bahwa makanan khusus ini tidak beliau sukai.”

Dalam kitab Fath Al-Bari, Ibnu Hajar mengungkapkan bahwa.

“Kata ‘Nabi tidak pernah mencela makanan’ ini berlaku untuk makanan yang mubah, sedang untuk makanan haram, Nabi akan mencela, mencegah, dan melarangnya. Sebagian ulama menyebutkan bahwa bila cacat itu dilihat dari segi khilqah (perilaku), maka beliau akan mencelanya, Sedangkan bila dilihat dari segi penciptaannya, maka beliau tidak akan mencelanya. Golongan ini menambahkan bahwa ciptaan Allah tidak boleh dicela, sedang ciptaan/buatan manusia boleh dicela.”

Ibnu Hajar berpendapat, “Pendapat yang jelas menyatakan bahwa larangan mencela ini bersifat umum (untuk ciptaan Allah maupun ciptaan/buatan manusia), karena perbuatan mencela bisa mematahkan hati sang pembuat atau pencipta.”

An-Nawawi mengatakan, ‘Dan bila beliau tidak menyukainya, beliau tidak akan memakannya’ adalah seperti tindakan beliau atas binatang dhabb. Dalam riwayat Abu Yahya disebutkan, ”Bila beliau tidak menyukainya, beliau akan diam (tidak mencelanya), Sedangkan lbnu Bathal mengungkapkan, ‘Hal ini merupakan etika yang bagus, karena terkadang seseorang tidak menyukai sesuatu, namun orang lain menyukainya. Semua makanan yang diizinkan syara’ untuk dimakan tidak boleh dicela…”

Setelah membaca artikel tentang mencela makanan ataupun menghina makanan ini, semoga sahabt jalan mantu bisa memahami bahwasanya mencela makanan itu merupakan perilaku yang buruk.