Niat Mandi Wajib dan Tata Cara Melakukan Mandi Junub

Jalanmantu.id - Mandi wajib merupakan proses membersihan diri yang sifatnya wajib bagi seorang muslim. Mandi setelah junub bertujuan untuk membersihkan tubuh dan mensucikan diri kembali dari hadas besar. Tata cara mandi wajib atau mandi junub sudah ada kaidahnya sendiri, jadi harus dilakukan dengan benar, Allah berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 6 sebagai berikut :

"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6)

Pengertian mandi wajib karena junub, haid, dan nifas adalah mengalirkan air sampai ke luruh badan, dari ujung kepala hingga kaki yang dimulai dengan membaca niat untuk mensucikan diri dari hadats besar. Aktifitas mandi wajib akan membuat perasaan menjadi lebih aman serta mempunyai keyakinan diri, baik dalam kondisi melakukan ibadah maupun dikala melaksanakan aktivitas ataupun beraktifitas. Sedangkan tata cara melaksanakan mandi harus berpedoman pada tata cara mandi wajibnya Nabi Muhammad SAW.

Sebab yang di Haruskan Mandi Wajib

Berhubungan Badan

Hubungan badan ataupun jima yang diwajibkan mandi adalah ketika dzakar yang disunat masuk farji walaupun tidak keluar mani, dalam kitab Mughni Muhtaj juz 1 h. 117 disebutkan bahwa salah satu yang mendasari diwajibkannya mandi wajib adalah hubungan badan walaupun tidak ada unsur kesengajaan.

Keluarnya Cairan Mani

Mani merupakan benda yang suci statusnya seperti ingus dan ludah yang bisa dibersihkan hanya dengan mengusap dengan air. Akan tetapi banyak orang yang mempertanyakan jika kencing yang mengeluarkan benda najis bisa disucikan dengan cara wudu sedangkan mengeluarkan mani yang bersifat tidak najis harus disucikan dengan cara mandi wajib.

Dengan demikian orang yang mengeluarkan air mani akan mengeluarkan energi yang cukup banyak dan cara pemulihan energi tersebut tidak bisa hanya sekedar dengan membersihkan area tertentnu dan hanya bisa digunakan dengan mandi wajib.

Mandi Wajib Setelah Haid Dan Nifas

Mandi wajib bagi orang yang telah selesai haid dan nifas merupakan perintah Allah dan rasulnya, dalam firmanNya di surat al-baqarah ayat 222 secara eksplisit Allah memerintahkan kepada wanita-wanita yang haid untuk membersihkan diri dengan cara mandi wajib.

Memandikan Orang Sudah Meninggal

Satu penyebab yang mengharuskan mandi wajib adalah kematian yang dimaksud adalah seorang muslim yang mati selain mati syahid maka diwajibkan harus dimandikan, mengapa orang yang sudah meninggal syahid.

Orang yang Baru Masuk Islam atau Mualaf

Seorang yang non muslim dan kemudian masuk Islam diwajibkan untuk melakukan mandi wajib atau mandi besar karena pada agama yang dulu tidak diajarkan kan mensucikan diri dengan cara mandi besar.

Tetapi hal yang paling mendasar yang mewajibkan seseorang mandi besar adalah orang tersebut lepas dari syahadat dan berstatus nonmuslim karena hukum dasar seorang non muslim adalah tidak suci, mandi wajib merupakan cara untuk mensucikan diri dan menjadikan kebolehan kita dalam melakukan ibadah ibadah mahdhoh seperti membaca al-quran salat tawaf dan lain sebagainya.

Adapun Tata Cara Mandi Wajib Adalah Sebagai berikut :

Niat Mandi Wajib

Secara garis besar niat mandi wajib baik itu untuk wanita yang telah selesai masa haid dan nifas nya ataupun bagi orang yang junub bisa menggunakan niat berikut ini:

Niat Mandi Junub Latin

Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aala

“Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah ta'ala.”

Niat Mandi Wajib Setelah Hadi dan Nifas Untuk Perempuan

Nawaitul Ghusla Lirafil Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah ta’ala”

Meratakan Air ke Seluruh Tubuh

Mandi wajib dikatakan sah apabila seluruh anggota badan yang nampak oleh mata harus terkena aliran air seperti contoh di sela-sela telinga ada kerutan-kerutan yang tidak nampak oleh mata akan tetapi itu bagian luar dari anggota badan dan bisa dilihat oleh orang lain harus terkena aliran air saat mandi wajib.

Begitu pula kerutan-kerutan di bagian tubuh yang lain seperti, lipatan di bawah payudara yang terdapat kerutan-kerutan sehingga wajib kita cermati dengan seksama ketika mandi wajib kita pastikan sudah terkena aliran air.

Sunnah yang Ada Saat Mandi Wajib

Dalam kitab Fathul Qorib karya Abu Syuja’ pembahasan mengenai kesunnahan Sebelum melakukan mandi wajib disunnahkan melakukan lima hal-hal berikut ini:

Membaca basmalah, berwudu saat sebelum mandi, menggosokkan tangan ke seluruh badan, terus menerus (tidak ada jeda mandi), serta mendahulukan anggota badan kanan atas anggota badan kiri.

Tahapan Melakukan Mandi Junub Sebagai Berikut :

1. Membaca niat mandi junub (dapat dilakukan dalam hati)
2. Membasuh tangan kanan dan kiri sebanyak 3 kali
3. Membersihkan kemaluan dan bagian lain yang dianggap kotor seperti dubur, ketiak, pusar hingga sela jari kaki menggunakan tangan kiri
4. Mengulangi mencuci kedua tangan agar terhindar dari najis
5. Berwudhu seperti akan melakukan shalat
6. Membasuh rambut dan kepala dengan sela-sela jari yang basah
7. Mengguyur kepala sebanyak tiga kali secara menyeluruh di bagian kepala dan kulit kepala
8. Menyiram tubuh secara merata dari ujung rambut hingga ujung kaki dimulai dari bagian kanan lalu dilanjutkan dengan bagian kiri.